Viernes 19 de Enero de 2018
El portal de la papa en Argentina
0%Variación precio
puestos MCBA
  • Intervalos nubososBalcarceBuenos Aires, Argentina
    13° - 29°
  • Intervalos nubososVilla DoloresCórdoba, Argentina
    16° - 31°
  • Intervalos nubososRosarioSanta Fe, Argentina
    20° - 33°
  • Intervalos nubosos con lluvia débilEstacion UspallataMendoza, Argentina
    11° - 22°
  • Intervalos nubososCandelariaSan Luis, Argentina
    18° - 32°
  • Intervalos nubososChoele ChoelRío Negro, Argentina
    21° - 34°
  • Cielos nubosos con lluvia débilSan Miguel de Tuc.Tucumán, Argentina
    18° - 26°
Ampliar
 Buscador de Noticias
Asia 29/12/2017

Indonesia: Penggagas Festival Kentang, Bangun Gereja Hortikultura Pertama di Indonesia

identik dengan kentang. Dari kecamatan di dataran tertinggi Sulawesi Utara ini, kentang terbaik dikirim hingga ke luar daerah.

 Potensi inilah yang dilihat Pdt Wailan Posumah MTh. Sejak tahun 2014 ditempatkan melayani di sana, Pdt Wailan menggagas Festival Kentang. Festival yang sukses melibatkan warga Modoinding. Kontinyu selama empat tahun meski tanpa support pemerintah. Kepada Manado Post, pendeta mengisahkan impiannya menjadikan Modoinding sebagai daerah wisata.

Sekira pukul 09.00 Wita, suasana di Modoinding ramai. Daerah yang berada pada ketinggian 1.600 dpl itu masih terasa dingin. Mencari Pdt Wailan sangat mudah. Selain karena sosoknya yang populer, setiap pagi, sudah menjadi rutinitas ayah dua anak ini ke pasar. Tak sekedar belanja. Kesempatan ngepasar dijadikan  momen menyapa warga, tua maupun muda. “Sengaja disebut festival kentang karena Modoinding ini identik dengan kentang,” ucap pendeta yang diwawancarai di tempat berjualan daging.

Festival juga merupakan wujud syukur karena Tuhan memberkati pertanian di wilayah itu. Ivennya berupa pawai kendaraan hias baik mobil maupun motor. Usai pawai, bahan-bahan yang digunakan untuk menghias kendaraan akan dibagikan gratis. “Tapi khusus orang dari luar modoinding. Baik masyarakat yang kebetulan lewat maupun yang sengaja datang menyaksikan festival,” ujar Ketua BPMW Modoinding dan Ketua BPMJ Sion Pinasungkulan ini.

Pada pelaksanaan terakhir, pihaknya telah melibatkan pemerintah. “Jika ada topangan, kami sangat syukuri. Jika pun tidak ada topangan, kegiatan festival ini tetap kami laksanakan. Puji Tuhan, dengan kerja sama pemerintah dan masyarakat, festival keempat ini terlaksana dengan baik,” katanya penuh syukur.

Iven ini merupakan daya tarik untuk mengundang wisatawan ke Modoinding. Sembari menyempurnakan iven dan mengundang wisatawan, gereja bersama pemerintah mulai melakukan penataan. “Antara lain penataan rumah makan dan penginapan,” tambahnya.

Rumah makan yang sesuai standar daerah wisata. Sementara untuk penginapan, sedang dikembangkan dua konsep. Pertama, bisa menginap di rumah pribadi. Kedua, mendorong pengusaha untuk membangun penginapan. “Saat ini, baru ada satu penginapan. Ada satu lagi yang sementara dalam pembangunan,” katanya.

Fuente: http://manadopostonline.com/read/2017/12/29/Penggagas-Festival-Kentang-Bangun-Gereja-Hortikultura-Pertama-di-Indonesia/28707


Te puede interesar