Sábado 19 de Octubre de 2019
El portal de la papa en Argentina
6.78%Variación precio
puestos MCBA
  • Cielos despejadosBalcarceBuenos Aires, Argentina
    - 21°
  • Intervalos nubososVilla DoloresCórdoba, Argentina
    12° - 27°
  • Intervalos nubososRosarioSanta Fe, Argentina
    11° - 25°
  • ° - °
  • Cielos nubososCandelariaSan Luis, Argentina
    14° - 28°
  • Intervalos nubososChoele ChoelRío Negro, Argentina
    11° - 29°
  • Cielos nubosos con lluvias débilesSan Miguel de Tuc.Tucumán, Argentina
    13° - 23°
Ampliar
 Buscador de Noticias
Asia 10/07/2019

Indonesia: Asosiasi Nantikan Indonesia Bisa Swasembada Kentang Industri

Jakarta - Ketua Asosiasi Penangkar Benih Kentang Jawa Barat, Aceng Hasan Muttaqien menilai Kementerian Pertanian sudah bekerja dengan baik dalam mengembangkan agribisnis kentang di tanah air.

 Upaya Menteri Pertanian dalam memacu produksi dan ekspor diakuinya banyak memberi dampak positif bagi para petani dan penangkar kentang di dalam negeri.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Menteri Amran Sulaiman dan jajarannya, yang berani stop impor kentang sayur termasuk benihnya. Kebijakan cerdas dan strategis tersebut membuat para pelaku perbenihan kentang di tanah air menjadi semakin bergairah. Petani juga lebih mudah mendapatkan benih dengan harga terjangkau. Dampaknya tentu saja produksi nasional meningkat," kata Hasan dalam keterangan tertulis, Jumat (5/7/2019).

Hasan menuturkan setelah kentang sayur berhasil swasembada sejak 2018, pekerjaan rumah (PR) selanjutnya adalah mewujudkan swasembada kentang industri. Para penangkar siap mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada kentang industri yang ditargetkan tercapai pada 2020.

"Kami para penangkar di Jawa Barat sudah mulai kembangkan berbagai varietas kentang industri seperti Blis, Median dan Sangkuriang. Kalau untuk jenis kentang Atlantik memang masih impor, saat ini masih dipegang dan dikembangkan oleh industri besar yang bergerak di olahan makanan," tuturnya.

Hasan menjelaskan untuk mewujudkan swasembada kentang industri tersebut membutuhkan proses karena ini menyangkut perubahan pola produksi dan tata niaga. Meskipun demikian, ia optimis bisa capai swasembada.

Senada dengan Hasan, penangkar benih kentang asal Garut, Hudori, mengapresiasi upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendukung pengembangan kentang di tanah air. Berkat fasilitas dari Kementerian Pertanian, usaha penangkaran benih kentangnya semakin berkembang.

"Teknologi pemuliaan juga berkembang didukung fasilitas screenhouse yang tersebar hampir di seluruh sentra produksi. Petani juga semakin antusias menanam kentang karena terbantu kebutuhan benih dan sarana produksinya," kata Hudori.

Adapun biaya produksi kentang rata-rata per hektar mencapai Rp 80 juta hingga Rp 90 juta per hektar untuk sekali musim tanam 120 hari. Dengan hasil panen 20 hingga 25 ton per hektar dan harga jual normal Rp 8.000 sampai Rp 10.000 per kilogram di tingkat petani.

"Dengan hasil yang menguntungkan inilah, usaha tani kentang banyak digandrungi petani. Ditambah juga dorongan dari pemerintah pusat dan daerah," ungkapnya.

Perlu diketahui, upaya Kementan menggenjot produksi dan ekspor kentang diakui berbagai pihak terbilang sukses. Tercatat sejak 2018 lalu, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor kentang sayur karena produksi dalam negeri sudah melampaui kebutuhan.

Baca juga: Mentan Janji Tak akan Kendor hingga Akhir Masa Jabatan

Berdasar catatan BPS, produksi kentang nasional 2018 sebesar 1,28 juta ton meningkat 10,3% dari tahun sebelumnya 1,16 juta ton. Sementara kebutuhan nasional diproyeksikan sekitar 1 juta ton setahun. Ekspor kentang sepanjang 2018 mencapai 5.163 ton antara lain ke Singapura, Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Timor Leste.

Sentra produksi kentang tersebar luas mulai dari Aceh hingga Papua. Daerah-daerah itu antara lain Aceh Tengah, Gayo, Bener Meriah, Karo, Simalungun, Humbang Hasundutan, Solok, Garut, Pasuruan, Banjarnegara, Bandung, Kerinci, Wonosobo, Brebes, Probolinggo, Bener Meriah, Minahasa Selatan, Malang, dan sebagainya.

Sebelumnya, jenis yang banyak ditanam adalah kentang sayur dengan varietas granola, Cipanas, Segunung dan Merbabu-17. Sedangkan saat ini, Kementan tengah gencar memproduksi kentang jenis Atlantik di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan industri kentang olahan dan mentargetkan bisa tercapai swasembada pada tahun 2020 mendatang. (prf/mpr)

Fuente: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4613157/asosiasi-nantikan-indonesia-bisa-swasembada-kentang-industri


Te puede interesar